Apple dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi paling sukses di dunia. Hampir setiap peluncuran iPhone selalu menarik perhatian dan mencatat penjualan tinggi. Namun, di balik kesuksesan tersebut, ada beberapa iPhone yang gagal memenuhi ekspektasi pasar.
“Gagal” di sini bukan berarti produknya buruk atau tidak bisa digunakan. Sebagian model tetap memiliki kualitas yang baik, tetapi kurang diminati karena harga, posisi produk yang membingungkan, atau kalah menarik dibanding seri lainnya.
Lalu, model iPhone apa saja yang dianggap kurang sukses? Berikut pembahasannya.
iPhone yang Gagal: iPhone 5c
Saat diperkenalkan pada 2013, banyak orang berharap iPhone 5c menjadi iPhone murah pertama dari Apple.
Namun kenyataannya, harga iPhone 5c masih tergolong tinggi. Selain itu, spesifikasinya hampir sama dengan iPhone 5, sementara pada waktu yang hampir bersamaan Apple juga meluncurkan iPhone 5s yang menawarkan fitur Touch ID dan chip yang jauh lebih baru.
Akibatnya, banyak konsumen memilih menambah sedikit biaya untuk mendapatkan iPhone 5s.
Penyebab kurang sukses:
- Harga dianggap masih mahal.
- Material plastik kurang diminati.
- Kalah menarik dibanding iPhone 5s.
iPhone yang Gagal: iPhone SE Generasi Ketiga (2022)
Secara performa, iPhone SE 2022 sebenarnya sangat cepat berkat chip A15 Bionic.
Sayangnya, desainnya masih menggunakan tombol Home dan layar 4,7 inci yang sudah terasa ketinggalan zaman ketika mayoritas smartphone menawarkan layar penuh.
Banyak calon pembeli akhirnya lebih memilih iPhone 13 atau iPhone 14 karena desainnya lebih modern.
Penyebab kurang sukses:
- Desain lama.
- Layar kecil.
- Bezel tebal.
- Selisih harga dengan model lain tidak terlalu jauh.
iPhone yang Gagal: Seri iPhone mini
Apple menghadirkan iPhone 12 mini dan iPhone 13 mini untuk pengguna yang menyukai smartphone berukuran ringkas.
Meski mendapat banyak ulasan positif dari media teknologi, penjualannya tidak memenuhi harapan Apple.
Mayoritas konsumen ternyata lebih memilih layar yang lebih besar untuk menonton video, bermain game, dan bekerja.
Karena permintaan yang rendah, Apple menghentikan lini mini setelah iPhone 13 mini.
Penyebab kurang sukses:
- Layar kecil kurang diminati.
- Baterai lebih kecil.
- Tren pasar mengarah ke smartphone berlayar besar.
iPhone yang Gagal: iPhone 14 Plus
iPhone 14 Plus menawarkan layar besar dan baterai yang awet.
Namun, posisinya di pasar cukup sulit. Dengan menambah sedikit anggaran, banyak pembeli memilih iPhone 14 Pro yang menawarkan Dynamic Island, layar ProMotion 120 Hz, dan kamera yang lebih canggih.
Di sisi lain, pengguna yang ingin lebih hemat justru memilih iPhone 14 reguler.
Akibatnya, iPhone 14 Plus berada di posisi yang kurang menguntungkan.
Penyebab kurang sukses:
- Nilai tambah kurang menonjol.
- Terjepit di antara model reguler dan Pro.
- Harga dianggap kurang kompetitif.
iPhone yang Gagal: iPhone XR 64 GB di Era Modern
Saat pertama kali dirilis, iPhone XR justru menjadi salah satu iPhone terlaris.
Namun, jika melihat kondisi saat ini, varian 64 GB mulai kurang diminati karena kapasitas penyimpanannya terasa sempit untuk kebutuhan aplikasi, foto, dan video.
Ini menunjukkan bahwa perubahan kebutuhan pengguna juga bisa memengaruhi daya tarik sebuah model iPhone.
Apa Penyebab Sebuah iPhone Kurang Sukses?
Ada beberapa faktor yang membuat sebuah model iPhone tidak mencapai ekspektasi penjualan, antara lain:
- Harga terlalu dekat dengan model yang lebih unggul.
- Desain kurang menarik dibanding pesaing.
- Fitur baru tidak cukup banyak.
- Posisi produk membingungkan.
- Tren pasar berubah lebih cepat.
Menariknya, sebagian besar kegagalan tersebut bukan disebabkan kualitas perangkat yang buruk, melainkan strategi produk dan preferensi konsumen yang berubah.
Apakah iPhone yang Pernah Gagal Berarti Jelek?
Tidak juga.
Beberapa model yang dulu dianggap kurang sukses justru masih nyaman digunakan hingga sekarang.
Contohnya, iPhone 13 mini masih banyak dicari oleh pengguna yang menyukai smartphone berukuran kecil. Begitu juga iPhone SE 2022 yang tetap menawarkan performa tinggi berkat chip A15 Bionic.
Artinya, penjualan yang tidak memenuhi target bukan berarti kualitas perangkatnya buruk.
Kesimpulan
Beberapa iPhone yang gagal di pasaran menunjukkan bahwa bahkan Apple tidak selalu berhasil menebak keinginan konsumen. iPhone 5c, seri mini, iPhone SE 2022, hingga iPhone 14 Plus menjadi contoh bahwa harga, desain, dan posisi produk sangat memengaruhi keputusan pembelian.
Meski begitu, banyak dari model tersebut tetap layak digunakan hingga sekarang karena masih memiliki performa yang baik dan pengalaman menggunakan iOS yang nyaman.
Kalau kamu ingin memiliki iPhone dengan kualitas terjamin tanpa harus membeli unit baru, Proxy Phone Store menyediakan berbagai pilihan iPhone second dan smartphone resmi yang telah melalui proses pengecekan menyeluruh. Setiap unit dilengkapi garansi serta layanan purna jual, sehingga kamu bisa memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran dengan lebih percaya diri.
Baca Juga:
- Pindah dari Android ke iPhone: 7 Hal yang Baru Terasa
- Snapdragon Elite vs Apple A-Series: Mana yang Lebih Kencang?
- Apakah Kamera iPhone 16e Lebih Baik dari iPhone 15? Ini Perbandingannya
- Kamera iPhone 16e: Mengenal Fitur, Kelebihan, dan Kekurangannya
- Kamera iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max: Apa Bedanya?
- Bocoran Fitur iPhone 18 Terbaru, Apa Saja yang Berubah?
- Jangan Beli iPhone Sekarang? Ini Alasan Banyak Orang Menunggu Peluncuran iPhone 18
- Dari AirDrop sampai FaceTime, Kenapa Pertemanan Anak Muda Banyak Bergantung pada iPhone?
- Kenapa Banyak Pasangan Memilih iPhone? Bukan Sekadar AirDropHadiah iPhone Emas untuk Juara Piala Dunia, Benarkah Ada?

