Membeli iPhone bekas memang hemat, tetapi risiko juga tinggi, mulai dari perangkat palsu hingga garansi hangus. Pastikan kamu tahu apa yang kamu dapatkan asal iPhone bisa berarti akses penuh ke dukungan resmi dan performa maksimal.

Cek IMEI dan Nomor Seri di Situs Resmi Apple
Langkah pertama: masuk ke Settings > General > About dan catat IMEI serta nomor seri. Kemudian verifikasi di situs resmi Apple melalui laman cek dukungan—jika dicatat sebagai iPhone, maka perangkat tersebut asli.
Perhatikan Huruf Awal di Model Number
Di menu About, cek model number. Huruf awal memberikan petunjuk:
M = baru (asli)
F = rekondisi
N = unit pengganti dari Apple
P = versi personalisasi (dengan ukiran)
Cek Riwayat Parts & Service
Untuk iOS 15.2 ke atas, masuk ke Settings > General > About > Parts and Service History. Jika perangkat menggunakan suku cadang Apple asli, akan tertulis “Genuine Apple Part”; sebaliknya, “Unknown Part” menandakan komponen aftermarket.
Periksa Kondisi Fisik dan Kesehatan Baterai
Pertama, periksa bodi iPhone apakah ada goresan, tonjolan, atau kerusakan lain. Selanjutnya, cek Battery Health di Settings. Jika kapasitas di bawah 80%, sebaiknya pertimbangkan ulang karena baterai cepat menurun atau palsu.
Pastikan Tidak Terkunci Apple ID atau Pencurian
Minta penjual untuk menghapus iPhone dari Apple ID-nya sehingga kamu bisa masuk normal. Selanjutnya, periksa status IMEI lewat layanan seperti IMEIcheck untuk memastikan tidak dilaporkan hilang atau dicuri.
Baca juga Generasi Baru Siri: Apple Pakai Teknologi AI Google Gemini?
Uji Fitur iOS: Siri, App Store, Quick Start
iPhone asli selalu punya Siri dan App Store. Jika iPhone hanya menunjukkan Play Store atau tidak bisa menampilkan Siri, bisa jadi itu palsu. Selain itu, coba gunakan fitur Quick Start dengan perangkat iOS lain jika tidak berhasil, patut dicurigai.
Siap punya iPhone berkualitas tanpa bikin kantong jebol? Temukan iPhone bekas resmi, bergaransi, dan lolos uji kualitas hanya di Proxy Phone Store Indonesia. Pilih sekarang sebelum kehabisan!


